Kau tahu hari yang paling
menyedihan sedunia itu apa?
Pagi itu aku tersadarkan dari
mimpiku yang panjang
Melihat kenyataan detik demi
detik setiap hembusan nafasku
Menatap langit subuh yang tak
kunjung menampakkan wajah senyumnya
Melepas kepergian Ramadhan dari
singgasananya
Kau tahu hari yang paling
menyedihan sedunia itu apa?
Ada yang berbeda dari subuh kala
itu, benar-benar ada yang beda. Ada yang mengganjal di hati
Aku gak tahu kenapa hatiku
sebegitunya terpikat denganmu. Aku gak tahu kenapa
Padahal kita hanya bersama-sama
sekitar 30 hari saja. Waktu yang sangat cepat bukan untuk saling mengenal satu
sama lain
Tapi, ini beda karena kamu
istimewa diantara mereka-mereka
Kau tahu hari yang paling
menyedihan sedunia itu apa?
Apakah aku termasuk orang yang
beruntung? Orang-orang yang merasakan kesedihan yang paling menyedihkan yang
pernah ada
Hari inilah, hari yang paling
menyedihkan sedunia. Kau tahu itu.
Aku tahu semuanya itu adalah
permainan waktu hingga aku tak menyadarkan bahwa Ramadhan sudah pergi
Tidak usahlah bermain hati dan
bermain kata karena nyatanya Ramadhan benar-benar sudah pergi
Pergi selama sebelas bulan
kedepan menemani waktu-waktu yang fana
Kau tahu hari yang paling
menyedihan sedunia itu apa?
Tidak ada subuh-subuh indah itu,
tidak ada tarawih-tarawih indah itu, tidak ada malam-malam indah itu
Semua sudah sirna hanya
meninggalkan berkas pelajaran yang begitu berarti
Aku tahu ini merupakan fase tersulit
dalam setiap pembelajaran
Bagaimana sebelas bulan kedepan
aku bisa hidup lebih mandiri tanpamu
Bagaimana sebelas bulan kedepan
aku bisa memberikan yang terbaik buatmu
Bagaimana sebelas bulan kedepan
aku bisa benar-benar merasakan bulan Ramadhan seterusnya
Walaupun aku tahu kau benar-benar
sudah pergi jauh kesana, tidak tahu pergi kemana
Kau tahu hari yang paling
menyedihan sedunia itu apa?
Hari ini, hari yang katanya semua
orang seperti dilahirkan kembali. Bersorak gembira yang katanya hari
kemenangan.
Hingga tetesan air mata yang
terakhir, aku benar-benar meminta doa kepada Rabbku, permintaan terindah dari
hatiku
Maafkan bila aku belum bisa
memberikan yang terbaik, Maafkan bila aku belum maksimal ibadahku
Maafkan bila aku masih
berkecimpung dengan dunia-dunia ini. Maafkan bila aku masih menduakanmu
Maafkan bila aku masih membuatmu
cemburu. Maafkan aku maafkan aku maafkan aku bila masih banyak menyia-nyiakanmu
Aku tahu sesuatu yang berharga
akan terasa berharga ketika perpisahan telah menjemput
Pertemukanlah lagi diriku ini,
keluargaku, sahabat-sahabatku, teman-temanku, semua kaum muslimin sedunia denganmu.
Pertemukanlah kami dengan pertemuan indahmu. Pertemukan kami dengan pertemuan
terbaikmu
Hingga akhirnya semua menjawab,
bahwa kelak kita akan bertemu di surgaNya Allah. Untukmu yang spesial di
hidupku, Ramadhan. Selamat memasuki bulan Syawal, Selamat beridul fitri J
Ba’da subuh, Jum’at, 17
Juli 2015 / 1 Syawal 1436 H
Rumah tercinta, Medan
No comments:
Post a Comment