Pages

Friday, July 17, 2015

Hari yang Paling Menyedihkan Sedunia

Kau tahu hari yang paling menyedihan sedunia itu apa?
Pagi itu aku tersadarkan dari mimpiku yang panjang
Melihat kenyataan detik demi detik setiap hembusan nafasku
Menatap langit subuh yang tak kunjung menampakkan wajah senyumnya
Melepas kepergian Ramadhan dari singgasananya

Kau tahu hari yang paling menyedihan sedunia itu apa?
Ada yang berbeda dari subuh kala itu, benar-benar ada yang beda. Ada yang mengganjal di hati
Aku gak tahu kenapa hatiku sebegitunya terpikat denganmu. Aku gak tahu kenapa
Padahal kita hanya bersama-sama sekitar 30 hari saja. Waktu yang sangat cepat bukan untuk saling mengenal satu sama lain
Tapi, ini beda karena kamu istimewa diantara mereka-mereka

Kau tahu hari yang paling menyedihan sedunia itu apa?
Apakah aku termasuk orang yang beruntung? Orang-orang yang merasakan kesedihan yang paling menyedihkan yang pernah ada
Hari inilah, hari yang paling menyedihkan sedunia. Kau tahu itu.
Aku tahu semuanya itu adalah permainan waktu hingga aku tak menyadarkan bahwa Ramadhan sudah pergi
Tidak usahlah bermain hati dan bermain kata karena nyatanya Ramadhan benar-benar sudah pergi
Pergi selama sebelas bulan kedepan menemani waktu-waktu yang fana

Kau tahu hari yang paling menyedihan sedunia itu apa?
Tidak ada subuh-subuh indah itu, tidak ada tarawih-tarawih indah itu, tidak ada malam-malam indah itu
Semua sudah sirna hanya meninggalkan berkas pelajaran yang begitu berarti
Aku tahu ini merupakan fase tersulit dalam setiap pembelajaran
Bagaimana sebelas bulan kedepan aku bisa hidup lebih mandiri tanpamu
Bagaimana sebelas bulan kedepan aku bisa memberikan yang terbaik buatmu
Bagaimana sebelas bulan kedepan aku bisa benar-benar merasakan bulan Ramadhan seterusnya
Walaupun aku tahu kau benar-benar sudah pergi jauh kesana, tidak tahu pergi kemana

Kau tahu hari yang paling menyedihan sedunia itu apa?
Hari ini, hari yang katanya semua orang seperti dilahirkan kembali. Bersorak gembira yang katanya hari kemenangan.
Hingga tetesan air mata yang terakhir, aku benar-benar meminta doa kepada Rabbku, permintaan terindah dari hatiku
Maafkan bila aku belum bisa memberikan yang terbaik, Maafkan bila aku belum maksimal ibadahku
Maafkan bila aku masih berkecimpung dengan dunia-dunia ini. Maafkan bila aku masih menduakanmu
Maafkan bila aku masih membuatmu cemburu. Maafkan aku maafkan aku maafkan aku bila masih banyak menyia-nyiakanmu
Aku tahu sesuatu yang berharga akan terasa berharga ketika perpisahan telah menjemput
Pertemukanlah lagi diriku ini, keluargaku, sahabat-sahabatku, teman-temanku, semua kaum muslimin sedunia denganmu. Pertemukanlah kami dengan pertemuan indahmu. Pertemukan kami dengan pertemuan terbaikmu
Hingga akhirnya semua menjawab, bahwa kelak kita akan bertemu di surgaNya Allah. Untukmu yang spesial di hidupku, Ramadhan. Selamat memasuki bulan Syawal, Selamat beridul fitri J

Ba’da subuh, Jum’at, 17 Juli 2015 / 1 Syawal 1436 H
Rumah tercinta, Medan

No comments:

Post a Comment