Pages

Friday, May 29, 2015

Aku Cemburu!




Sebenarnya hati ini hanya untukMu
Sebenarnya jiwa dan kerinduan ini hanya untukMu
Tapi aku masih tidak mengerti
Mengapa cinta ini belum berbekas mendalam
Sungguh, hidupku, matiku, dan sholatku hanya untukMu

Aku cemburu dengan mereka yang lebih dekat denganMu
Aku cemburu dengan mereka yang tak pernah lelah mengingatMu
Dengan mereka yang selalu memberikan tiap detiknya hanya untukMu
Dengan mereka yang selalu mengagungkan kebesaranMu

Allah, tahukah, aku cemburu dengan mereka yang lebih Shaleh
Dengan mereka yang selalu dekat dengan Al-Quran
Dengan mereka yang melantunkan firmanMu dengan indah
Dengan mereka yang sudah menghafal kalamMu

Sungguh, air mata ini bersimbah hanya untukMu
Sesak di dada akan selalu ada meghampiri
Jangan pernah jauh dari diriku yang hina ini
Jangan palingkan kasih sayangMu dari hidupku yang fana ini

Allah, aku cemburu, sungguh sangat cemburu
Dengan mereka yang mampu menahan lapar dan dahaganya
Dengan mereka yang selalu menahan kantuknya
Demi bertemu dalam pertemuan indahMu

Mereka yang sangat mudah bangun di sepertiga malamnya
Padahal aku tahu, Allah turun ke langit pertama setiap malam
Untuk menemui mereka-mereka yang merindukan kehadiranMu
Aku sangat cemburu dengan mereka

Aku sangat cemburu dengan mereka
Yang sangat mudah melangkahkan kakinya ke RumahMu
Yang menjadikan Mesjid sebagai tempat bersimbah
Mereka yang terpaut hati-hatinya dengan mesjid

Allah, lihat diriku yang hina ini
Lihat diriku yang selalu menangis dalam sujudMu
Aku hanya minta cintaMu tumbuh di dalam hidupku
Tetapi, kenapa Kau pilih mereka?

Kenapa mereka begitu mudah dekat denganMu ya Allah?
Aku, kamu, dia, dan mereka adalah sama
Tapi kenapa cinta ini berbeda?
Adakah yang salah?

Aku tahu dan aku sadar
Aku selalu mengecewakanmu dalam ibadahku
Dosaku yang telah menggunung tinggi
Tapi aku ini adalah hambaMu yang tidak bisa hidup tanpa nikmatMu

Allah, aku cemburu
Dengan mereka yang selalu Kau cintai
Dengan mereka yang selalu Kau jaga keimanannya
Aku hanya ingin bertemu di setiap pengabdianku

Allah, maafkan dan sadari diriku
Allah, lembutkan hati-hati ini untuk selalu rindu dan dekat denganMu
Allah, terimalah pintu maaf kami
Untuk tempatkan aku di barisan pertama yang dekat denganMu

Allah, engkau Tuhanku yang Maha Agung
Jangan jauhkan kasih sayang dan cintaMu dariKu
Aku hanya mengaharap itu dariMu, hanya itu
Pertemukan Aku dengan mereka-mereka yang Aku cemburui
Pertemukan Aku dengan mereka yang selalu mengajak Aku untuk mencintaiMu
Dalam cinta dan keridhaan, di SurgaMu ya Allah



Kawan, mengapa kita selalu malas dan enggan untuk beribadah kepada Allah SWT? Lihat kembali hati-hati kita ini, mungkin sudah tidak ada ruang untuk mencintaiNya. Tumbuhkanlah rasa cinta ini dengan mengenal lebih dekat diriNya.

Allah SWT berkata:”Kalau Allah SWT mencintai seorang hamba, maka beliau memanggil Jibril. “Wahai Jibril Aku mencintai si Fulan, maka cintailah dia. Lalu, Jibril memanggil penghuni langit. ”Wahai penghuni langit! Sesungguhnya Allah mencintai si Fulan maka cintailah dia. Lalu penghuni bumipun mencintainya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Percayalah Kawan, cintaNya kepada kita Maha Tinggi. Ta’atlah kita kepadaNya, pasti Allah mencintai kita. Jikalau kita berpaling dariNya, Allah akan memanggil kita untuk lebih dekat. Demi keagunganNya, siapapun yang memohon ampunanNya, Niscaya Allah akan mengampuninya. Perhatikanlah bagaimana Allah mencurahkan rasa cintaNya kepada kita. Yang berbuat demikian, hanyalah Allah semata. Sadarlah Kawan, bahwa Allah mencintai kita lebih dari yang kau tahu.



Hermawan Pramudya
Yang selalu mengharapkan cinta dan kasih sayangMu


Pondok Madani, 29 Mei 2015


11 Sha'ban 1436 H
H-20 Ramadhan



Monday, May 25, 2015

H-24! Melupakan Taman Surga karena Kesibukan Dunia




Tulisan ini merupakan tulisan kedua saya setelah hampir seminggu yang lalu. Padahal ngarepnya bisa istiqomah membuat tulisan tiap harinya. Tapi apa dayaku. Uda H-24 aja ya Ramadhan ini. Berarti H-24 ujian OSCE juga. Semangat teman-teman. Semoga Allah selalu mengiringi langkah kalian di setiap kesibukan yang kalian lalui. 

Tulisan ini semoga bisa menjadi renungan buat kita semua wahai Budak dunia. 

Abu Hurairah RA berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Diantara tanda sempurnanya Islam seorang adalah meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat”. (Diriwayatkan Tirmidzi).

Kalau kita lihat hadist diatas, kalimatnya singkat, padat, jelas, dan kena banget ya di hati. Terkadang saya merasa tersindir dengan melihat apa yang saya lakukan selama seminggu ini. Sebagaimana penduduk dunia yang fana ini juga yang sibuk dengan urusan dunianya sampai menghiraukanMu. Padahal uda H-24 lohhh!. Sangat tidak jarang kita temui dalam keseharian kita saat terjebak dalam kedunia-an ini yang menyita waktu, harta, dan tenaga. Buat mengejar ambisi-ambisi dunia yang sementara ini. Kalau saya memflashback seminggu ini, saya hanya menghabiskan waktu saya untuk belajar persiapan ujian sumatif sampai banting tulang, banting kasur, banting buku, dan banting-banting lainnya. Tetapi, coba kita lihat mengapa kita sulit untuk banting tulang buat beribadah kepada Allah? Begitu sulit untuk melangkahkan kaki kita ke Mesjid? Sulit berjamaah? Sulit membaca firman-firmanMu? Sulit untuk mempelajari IlmuMu? Dan Sulit bangun sebelum Fajr untuk lebih dekat denganMu? Padahal, kita belajar mati-matian sampai begadang, sampai larut malam, dan sampai menggunakan kafein (senjatanya anak FK), Tetapi kita sulit untuk menyempatkan waktu kita buat Allah. Belajar berjam-jam sampai kepala panas, tetapi bersujud yang hanya 5 menit masih selalu kita tunda demi urusan dunia. Interaksi kita kepada buku-buku pelajaran lebih banyak daripada interaksi kepada Al-Quran. Miris gak???? Kesibukan belajar tersebut bukanlah sesuatu yang diharamkan. Bahkan menuntut ilmu itu merupakan ibadah dan diwajibkan kepada semua muslim. Tapi mungkin konteksnya beda karena beberapa orang banyak yang manyalahgunakan kewajiban tersebut seperti mengenyampingkan ibadah-ibadah wajib lainnya. Kita sebagai manusia harus semakin berilmu, seharusnya semakin tunduk kepada Sang Pemilik Ilmu, bukan menjadi semakin jauh. Mungkin hal-hal seperti ini banyak tidak disadari. Apakah perlu Allah menyabut segala ilmu yang telah kita miliki untuk menyadari kita semua? 

Melewati hari-hari dalam seminggu ini sebenarnya biasa-biasa saja. Target-target awal saya sedikit melenceng dari yang sudah ditetapkan. Aduh saya bingung. Saya menghabiskan waktu saya buat belajar, ngerjain tugas, ngerjain karya tulis, ibadah, dan yahh gitu deh. Alhamdulillah juga diberi kesempatan untuk menjadi pembicara dalam pelatihan pendidikan di angkatan dengan metode tentir di Fakultas Keperawatan Universitas Indonesia (FIK UI). Alhamdulillah yak. Tetapi, yah balik lagi lagi saya terkadang bingung dengan tujuan manusia diciptakan di Bumi ini. Maaf ya kalau oot. Mungkin harus kembali berpikir apa tujuan-tujuan awal kita pada waktu-waktu dahulu. Saling mengingatkan aja lagi. Jangan sampai niat kita melenceng. Begitu banyak manusia berkeluh kesah akan kesibukanya. Itu yang saya takutkan ketika saya sibuk dengan kesibukannya baik dalam urusan memperjuangkan agamaMu. Saya sangat takut ada rasa keluh kesah dalam hati saya. Ampuni hambaMu yang lemah ini. Apalagi saat Minggu malam, malamnya anak-anak FKUI 2013 untuk mengerjakan Lembar Tugas Mahasiswa (LTM), begitu banyaknya keluh kesah mereka di timeline dunia maya. Ini manusiawi karena mereka manusia dan ini tidak dapat dipungkiri termasuk pada diri saya sendiri. Manusia memang sifatnya yang lahiriah untuk berkeluh kesah. Siapa suruh sibuk dengan urusan dunia? 

Jika hati ini masih diberi kesempatan untuk hidup, in shaa Allah akan tergerak untuk kembali meluangkan waktu (bukan untuk mencari waktu luang) untuk duduk dan melingkar dalam majelis ilmu. Tetapi syaithan ada dimana-mana untuk selalu menggoda kita wahai umat manusia yang sibuk akan dunianya. Ayo charge kembali imanmu dengan melingkar melalui majelis ilmu atau ta’lim. Ayo kita berusaha semaksimal mungkin untuk mengalahkan segala godaan syaithan. Semoga kita semakin sadar betapa fananya dunia ini. Semoga kita menjadi calon-calon penghuni syurga. 

Ingat kawan.. Ramadhan sudah semakin dekat (: Malukah kamu dengan kondisimu sekarang?



Pondok Madani, 25 Mei 2015, Pukul 16:37 WIB

7 Sha’ban 1436 H

H-24 Ramadhan


Wednesday, May 20, 2015

H-30. Siapkah Kita Menyambutnya?




Tulisan ini merupakan tulisan pertama saya sebelum datangnya Ramadhan 30 hari lagi. Semoga ini menjadi pengingat kita semua.

Tidak terasa 30 hari lagi menuju bulan yang suci. Bulan yang dirindukan oleh umat muslim di dunia. Apakah termasuk kamu? Masih 30 hari lagi. Mungkin bagi beberapa orang ini waktu yang cukup lama dan biasa-biasa aja. Nothing special. Bagi mereka yang merindukannya mungkin mereka-mereka telah mempersiapkan plan-plan dan target yang akan dicapai Ramadhan nanti. Termasukkah kamu?
Bagaimana persiapanmu? Bagaimana kamu menyambutnya? Siapkah kita menyambutnya?

Hendaknya kita mensyukuri nikmat yang diberikan oleh Allah adalah nikmat ditundanya ajal dan sampailah kita ke Bulan Ramadhan. Betapa luar biasanya Allah menutup aib kita selama ini, memaafkan kita, dan menunda ajal kita sampai menemui bulan yang penuh berkah. Sebagian ulama salaf mengatakan: “Mereka (para sahabat) berdo’a kepada Allah selama 6 bulan agar mereka dapat menjumpai Bulan Ramadhan”. Ini merupakan suatu tindakan yang menandakan akan kerinduan kita pada Bulan Ramadhan dengan segala persiapan amal dan ibadah. “Ya Allah berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban serta pertemukanlah kami dengan Ramadhan.” (HR. Ahmad dan Ath-Thabrani)

Bagaimana denganku? Apakah aku benar-benar merindukannya? Atau hanya pura-pura rindu saja?
Hari ini, Selasa, 18 Mei 2014. Aku hanya menghabiskan waktu sehari-hariku seperti biasa. Alhamdulillah aku masih diberi kesempatan untuk melaksanakan kewajibanMu. Lanjutnya, panggilan dari atas memanggil untuk merapat barisan. Sejujurnya, aku ingin memasuki masa dorman dengan alibi ingin lebih mempersiapkan Ramadhanku yang sebentar lagi tiba. Tapi, apa dayaku. Aku diundang maka aku harus menghadiri. Alhasil aku terhipnostis pada saat itu dengan orang-orang yang pandai bersilat lidah. Untungnya, hanya sampai beberapa jam saja. Dilanjutkan dengan pleno yang sangat bikin ngantuk dan kelompok saya tidak maju. Gak tau harus bersyukur apa tidak. Setelah pleno berakhir, kami memasuki jam mandiri. Aku berharap melalui jam mandiri ini aku dapat memanfaatkan waktu luangku dengan baik. Yahh ternyata ada kerjaan lagi. Aku harus mengurusi ruangan buat kuliah ketiga mentor university (sekolah mentor) di MUI dan alhamdulillah dipermudah olehNya. Kemudian, ada panggilan ke gedung E lantai 8 untuk mengerjakan formatif 1 modul respirasi. Yapp nilainya 80,25! Gak masuk nilai sih sayangnya. Semoga nilai sumatif saya dapat lebih dari itu aamiin. Sorenya saya habiskan waktu berguna saya untuk acara Mentor University. Betapa senangnya bisa mendapat materi yang luar biasa mengenai keutamaan Al-Quran oleh Ust. Dedy Martoni, ustad handal yang membuat para audience terbahak-bahak. Yah beginilan rutinitas saya. Membosankan bukan? Ba’da magrib, saya pun langsung kembali ke rumah untuk menyambut salah satu sahabat saya Akh Faris Jaisyi Umam yang sedang sakit. Syafakallah bro. Anak ini sakit. Benar-benar manja dan mengke banget. Dari Abdullah Bin umr, Sebaik-baiknya orang-orang yang bersahabat di sisi Allah adalah orang-orang yang paling baik kepada sahabatnya”. Aku berbagi ceria dengannya setidaknya tidak membicarakan kerjaan walaupun ini tidak bisa dihindari. Tiba saatnya, aku cerita panjang lebar selama ini. Bagaimana sekarang, bagaimana kedepannya? Gak bermaksdu berkeluh kesah, tapi tujuan hidup apa? “Mati” itulah jawabnya Faris. Waktu-waktu berikutnya aku habiskan untuk belajar mempersiapkan ujian sumatif 1 modul respirasi. Doain ane ya gan semoga dapat berhasil sehingga proyek-proyek Ramadhan dapat berjalan dengan lancar. Plan Ramadhan siap menanti.

Banyak pelajaran yang bisa diambil hari ini. Salah satunya adalah pandai-pandailah kamu mengambil pelajaran. Pelajaran bahwa Ramadhan akan segera tiba. Sudahkah kamu mempersiapkannya?

Semangat H-30 OSCE, H-30 Ramadhan (: Semoga Allah selalu memudahkan urusan kita. Aamiin.

Ramadhan, siapkah Aku menyambutmu?



Pondok Madani, 19 Mei 2015
1 Sya’ban 1438 H
H-30 Ramadhan