Pages

Saturday, July 30, 2016

Untukmu yang benar-benar yang ku rindukan

Ku akui, aku terlalu pengecut untuk mengatakannya langsung di depanmu
Bukan karena aku tak berani, bukan
Tapi karena aku terlalu takut untuk menangis di depan matamu yang (mungkin) akan membuatmu khawatir

Aku benar-benar merindukanmu
Merindukan kita yang dulu
Aku rindu sorot mata indah berbinar yang tak palsu itu
Aku, sangat, rindu…

Mungkin memang salahku hingga menjadi seperti ini
Ah, tak penting lagi bagiku siapa yang bersalah
Aku tau, memang tak ada yang salah
Keadaan yang membuat kita begini
Tapi keadaan bisa dirubah kan? katakan ‘iya’ padaku, tolong…

Taukah kamu?
Sangat menyiksa menjadi orang yang tidak tahu apa-apa tentang kamu
atau merasakan kepura-puraan di antara kita
Aku merindukanmu, senyum ikhlasmu...

Maafkan aku, yang kamu rasa tidak lagi mengerti kamu
Maafkan aku, yang seenaknya mencurigaimu
Maafkan aku, yang menjadi orang tak spesial lagi untukmu
atau jika kau tak mau, ajari aku untuk mengerti kamu
Mengerti apa maumu, apa sifatmu

Ingatkah dulu bahwa kita adalah orang-orang yang saling mengingatkan?

Aku hanya ingin yang terbaik bagimu, dan mungkin aku terlalu takut melihatmu jauh
jauh dariNya, jauh dari kita yang seharusnya

Sungguh aku ingin menjadi orang yang kan kau datangi untuk tertawa bersama
ataupun harus menjadi pundakmu saat kau lelah
ataupun menjadi orang di barisan terdepan untuk membantumu mengatasi masalah
Iya, menjadi orang yang jadi bagian spesialmu, mungkin sama seperti dulu

Jika kau membaca ini, tolong hubungi aku
Kau harus tau bahwa aku merindukanmu, benar-benar merindukanmu
Kau pasti tau kita sudah membangun ini sejak lama bukan?
Dulu aku bahagia sekali
Yang aku tau, kamu dulu juga merasakan hal yang sama

Jadi, bisakah kita mengulanginya dari awal?
Orang yang benar-benar merindukanmu,
Hermawan


No comments:

Post a Comment